MUSIK UNTUK OTAK
Misalnya, praktek musik mempengaruhi ketebalan di bagian korteks yang berhubungan dengan fungsi eksekutif, termasuk memori kerja, kontrol atensi, serta organisasi dan perencanaan untuk masa depan.
Latar belakang musik seorang anak juga tampaknya berkorelasi dengan ketebalan korteks di daerah otak yang memainkan peran penting dalam kontrol penghambatan, serta aspek pengolahan emosi.
Temuan ini mendukung hipotesis Hudziak yang menyatakan jika biola mungkin dapat membantu perjuangan anak dengan gangguan psikologis, bahkan lebih baik daripada sebotol pil, namun pendekatan seperti ini terbukti sulit untuk dicapai. Silakan mencoba ya mommy! SebelumnyaTips Ibu Hamil untuk Berkendara dengan Aman & Nyaman SelanjutnyaJarak Ideal antara Kehamilan Pertama dan Kehamilan Kedua.
Sebuah tim psikiatri anak dari Universitas Vermont College of Medicine menemukan bahwa pelatihan musik dapat membantu anak-anak memusatkan perhatian, mengontrol emosi dan mengurangi kecemasan mereka. Prosesnya dapat dimulai pada saat janin berusia 24 minggu. Tidak hanya musik klasik, musik jenis apa pun ternyata memiliki khasiat yang sama dalam mencerdaskan bayi. Musik memang dapat merangsang pertumbuhan otak. Tambahan suara musik malah dapat membingungkan si janin. Ada suara detak jantung, ada suara air yang mengalir dan suara kerja sistem pencernaan. Namun, terlalu sering memberikan janin mendengarkan musik secara langsung melalui headphone di perut bukanlah tips ibu hamil yang tepat. Awalnya, musik klasik dianggap musik paling berpengaruh bagi kecerdasan janin, hal Ini disebabkan karena ritmenya dapat menstimulasi otak janin. Jika mendengarkan musik kesukaan, bukan hanya mommy yang akan rileks. Janin pun akan bisa merasakannya. Para peneliti menemukan semua musik memiliki fungsi yang sama.
Bahkan lebih penting untuk Hudziak adalah perubahan di bidang perilaku yang mengatur otak. Tapi memperdengarkan musik pada janin dalam kandungan tidak berarti akan menambah kecerdasan janin. Musik hanya akan memaksimalkan pertumbuhan otak dan mendengarkan musik tidak membuat pendengaran janin menjadi lebih peka. Menurut penelitian, musik dapat mempengaruhi otak janin. Sekarang mommy sudah tahu mengenai tips ibu hamil mendengarkan musik yang baik bagi janin. Penelitian mereka diterbitkan dalam Journal of American Academy of Child & Adolescent Psychiatry. James Hudziak, MD, profesor psikiatri dan direktur Vermont Center for Children, Youth and Families, bersama rekannya Matthew Albaugh, Ph.D., dan asisten peneliti Eileen Crehan seorang mahasiswa pascasarjana, menyebut penelitian mereka sebagai penyelidikan terbesar dari hubungan antara memainkan alat musik dan perkembangan otak anak. Penelitian ini melanjurkan pekerjaan Hudziak dengan National Institutes of Health Magnetic Resonance Imaging (MRI) terkait studi normal perkembangan otak.
Bermain Alat Musik Meningkatkan Fungsi Otak AnakSebuah temuan baru bahwa pelatihan musik dapat membantu anak-anak memusatkan perhatian, mengontrol emosi dan mengurangi kecemasan mereka. Alunan musik dari suling bambu, salah satu alat musik tradisional Indonesia. Menggunakan database yang sama, tim menganalisis scan otak dari 232 anak-anak berusia 6 – 18 tahun.
Pada usia anak-anak tersebut, korteks -lapisan luar otak- mengalami perubahan ketebalan. Janin tidak akan mendapatkan pengaruh buruk dari musik yang didengarnya. Karena hal ini justru dapat mengganggu ketenangan janin di dalam rahim. Kalau mommy ingin bernyanyi, maka bernyanyilah. Dari alat sederhana ini lahir beragam lantunan musik di penjuru Nusantara. Selain itu, musik juga dapat menenangkan mommy.
Anak-anak yang bermain biola atau piano dapat belajar lebih dari Mozart. Inilah mengapa janin bereaksi ketika mendengar suara dan menurut beberapa tips ibu hamil bayi cerdas bisa diciptakan dengan mendengarkan musik. Di usia ini, janin sudah dapat mendengar. Saat mommy stres, pertumbuhan janin juga akan terganggu. Menurut penulis studi tersebut, peneliti dari Departemen Pendidikan Amerika Serikat menunjukkan bahwa tiga perempat dari siswa SMA AS jarang atau tidak pernah mengambil pelajaran ekstrakurikuler di musik atau seni.
"Statistik tersebut, diambil dalam konteks hasil neuroimaging kami saat ini," kata para penelilti. Jadi mommy tidak perlu takut mencobanya. Semua musik baik untuk menstimulasi otak janin. Suara mommy malah dapat menenangkan janin, hal ini dapat menjadi awal dari hubungan ibu dengan anak. Penelitian dilanjutkan dan ternyata hasilnya berkembang. Mengapa demikian? Di dalam perut mommy terdapat banyak suara. Pop, rock bahkan dangdut pun bisa diperdengarkan pada janin. Ketenangan mommy ketika hamil sangat penting. Dengan penelitian ini, Hudziak ingin melihat apakah kegiatan yang positif, seperti pelatihan musik, akan mempengaruhi indikator-indikator di korteks.
Studi ini mendukung Pendekatan Keluarga Vermont, model yang dibuat Hudziak untuk menetapkan bahwa keseluruhan lingkungan anak - orang tua, guru, teman, hewan peliharaan, kegiatan ekstrakurikuler - berkontribusi untuk kesehatan psikologis nya."Musik adalah komponen penting dalam model saya," kata Hudziak.
Para penulis menemukan bukti yang mereka harapkan, bermain musik mengubah area motorik otak, karena kegiatan ini membutuhkan kontrol dan koordinasi gerakan. Mereka menggaris bawahi betapa pentingnya menemukan cara-cara baru dan inovatif untuk membuat pelatihan musik yang lebih banyak tersedia untuk pemuda, dimulai saat masa kecil." (K.N Rosandrani/Science Daily)







0 comments :
Post a Comment